Jumat, 27 Juli 2012

Tips untuk Ibu menyusui saat puasa (menyusui itu wajib lho)

Dipersembahkan Oleh:



ASI itu WAJIB diberikan untuk si kecil sampai 2tahun
Ibu menyusui nampaknya harap-harap cemas jika akan menjalankan puasa. Khawatir jika selama berpuasa tidak dapat mengeluarkan ASI sehingga tidak dapat menyusui bayinya. Ibu menyusui memang perlu ekstra kalori jika tetap berpuasa. Apalagi ibu yang biasanya sedikit sekali mengeluarkan ASI atau ASI belum lancar. Berikut ini ane share jadwal makan ibu menyusui selagi puasa:


Waktu Sahur

Makan menu utama
Minimal 3 Biji kurma, untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak gampang lemas/gemetar
Segelas susu ditetesi propolis. Pilih susu sapi atau kambing segar/UHT. Susu bubuk not recommended. Susu ini optional yah.
Vitamin B kompleks + Vitamin C (saya lebih suka Cavi***, karena murah dan komplit, ada mineral, vitamin, asam folat, dll) --> Hanya jika menu makan bunda tidak variatif, misal tidak mau sayuran. Lebih baik penuhi PedomanUmum Gizi Seimbangdari makanan sehari-hari.
Habbatussauda, madu, spirulina, chlorella, barley atau suplemen alami lain tambah bikin powefull!
ASI Booster Tea

Waktu Berbuka

Kurma
Menu berbuka ringan (mis: kolak)
ASI Booster Tea


Hendak Tidur/Selepas Tarawih (Jam 8-10 pm)

Makan menu utama
Habbatussauda 1 sdm
ASI Booster Tea


Menu utama bisa didasarkan pada prinsip gizi berikut
Kandungan Gizi Yang Diperlukan Ibu Menyusui

* Tiga Porsi Protein Setiap Hari.
Seporsinya sama dengan 3 gelas susu rendah lemak, 120-140 gram ikan, daging atau unggas, dan 200-240 gram tahu.
* Dua Porsi Makanan Bervitamin C Setiap Hari.
Satu porsi setara dengan 1/4 semangka kecil, 1 buah jeruk kecil, 2/3 brokoli atau kembang kol, 2 tomat kecil atau 1 cangkir sari tomat.
* Lima Porsi Kalsium Setiap Hari.
Seporsi sama dengan satu cangkir susu rendah lemak, 120 gram sarden kaleng berikut tulangnya, 50-60 gram keju keras.
* Tiga Porsi Sayuran Hijau dan Kuning dan Buah-buahan Kuning.
Satu porsi setara dengan 1/8 semangka, 1/4 mangga besar, 1/2 wortel kecil, 1 tomat besar, 1/4 sampai 1/2 sayuran hijau yang telah masak.
* Dua Porsi Atau Lebih Sayuran dan Buah Lain.
Satu porsi setara dengan 1 buah apel, pear atau pisang, 1 iris nanas, 5 buah kurma, 1 cangkir tauge, terong atau bawang, 1 kentang kecil.
* Enam Porsi Karbohidrat.
Seporsinya sama dengan 1/2 cangkir nasi merah matang atau sejenisnya, 1/4 cangkir jangung, 1 iris roti dari bijian utuh, 1/2 kue muffin.
* Sedikit Makanan Berlemak Tinggi.
Seperti: 1/2 cangkir es krim, 1/4 alpukat kecil, 140 gram daging merah, 9 kentang goreng, 1 kuning telur, 2 biskuit kecil.
* Makanan Kaya Zat Besi.
Bisa ditemui di sarden, kedelai atau produk kedelai, bayam atau hati.
* Makanan Asin Dalam Jumlah Terbatas.
Karena bayi harus sebisa mungkin dihindari dari garam maka ibu menyusui pun harus menghindari makanan yang mengandung garam. Seperti kacang yang diberi banyak garam, kripik kentang atau acar. Gantilah dengan keju atau makanan yang hanya bergaram sedikit.
* Minimal 8 cangkir Cairan Setiap Hari.
Cairan ini bisa juga didapat dari sari buah, sayuran, susu atau sup.
* Satu Tablet Vitamin Setiap Hari.
Untuk berjaga-jaga karena tak ada diet seseorang yang sempurna.

Untuk yang bermasalah dengan ASI tidak lancar

Quote:
coba aganwati / bunda minum ASI Booster Tea
Teh pelancar ASI, manjur bgt. Sehari udah keliatan hasilnya. bahannya herbal, jadi aman untu ibu dan bayinya.
Quote:
Dipersembahkan Oleh:

ASI itu WAJIB diberikan untuk si kecil sampai 2tahun

ASI vs SuFor

Dipersembahkan Oleh:

Quote:
www.asi.web.id
ASI 2 TAHUN WAJIB! Bukan yang lain!


Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi sejak lahir karena paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal ASI perlu diberikan secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun. Namun tak sedikit ibu yang memiliki permasalahan menyusui karena ASI sedikit atau bahkan tidak keluar. Kemudian dengan mudahnya menyerah pada susu formula maupun MPASI dini yang sama sekali tidak aman bagi pencernaan bayi. Padahal bayi yang baru lahir memiliki cadangan makanan 3-5 hari.

Mengapa ibu harus berjuang untuk memberi ASI? Bukankah susu formula lebih mudah didapat?

PERINTAH ALLAH
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. [QS al-Baqoroh [2]: 233]

Azab
“… Kemudian keduanya berangkat membawaku, ternyata ada wanita-wanita yang puting susu mereka digigit ular. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah wanita yang tidak mau memberikan air susu mereka kepada anak-anak mereka’.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memberitakan bahwa jika ular di neraka menyengat satu gigitan, akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. Demikian juga kalajengking di neraka, apabila menggigit satu gigitan akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. (HR. Al-Baihaqi, lihat ash-Shahihah no. 3429)

Pahala
Dari Salamah, pengasuh Ibrahim, putra Rasulullah SAW. Ia berkata: “Rasulullah SAW pernah bersabda: ‘Tidaklah seseorang di antara kalian (para istri) senang menjadi hamil dari suaminya dan suaminya ridha kepadanya? Sesungguhnya perempuan tersebut mendapat pahala seperti orang berpuasa yang tengah berperang di jalan Allah. Sekiranya ia diceraikan, penghuni langit dan bumi tidak mengetahui apa yang tersimpan dalam dirinya dari kesenangan yang menyejukkan matanya. Jika ia melahirkan, lalu ia mengeluarkan susu dari payudaranya dihisap oleh bayinya, setiap tegukan dan hisapan mendapat satu pahala. Jika ia terjaga sepanjang malam (karena melayani bayinya) ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang memerdekakan 70 orang budak di jalan Allah. Wahai Salamah, tahukah engkau siapa yang kami maksud dengan sabdaku ini? Yaitu perempuan-perempuan yang memelihara darinya, yang shalihah yang taat kepada suaminyadan mereka tidak mengingkari kebaikan suaminya.” (HR. Thabarani dan Ibnu ‘Asakir).

REKOMENDASI WHO
WHO merekomendasikan para ibu untuk menyusui secara ekslusif selama 6 bulan, melanjutkannya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dari bahan-bahan lokal yang kaya nutrisi sambil tetap memberikan ASI / menyusui sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. (World Health Assembly Resolution 54.2, 2001)


EFEK BURUK SUSU FORMULA

Telitilah komposisi pada susu formula yang mengandung pemanis, susu sapi yang bersifat allergen, serta zat-zat kimia sintetisnya. Pemberian susu formula pada bayi maupun anak ini dapat meningkatkan resiko asma, alergi, infeksi saluran pernapasan akut, oklusi pada gigi anak, infeksi dari susu formula yang terkontaminasi, kurang gizi, kanker, penyakit kronis, diabetes, infeksi saluran pencernaan, penyakit kardiovaskular (jantung), obesitas, infeksi telinga dan otitis media, terkena efek samping dari kontaminasi lingkungan, bahkan kematian pada bayi dan anak-anak.

EFEK BURUK MPASI DINI

v MPASI yang diberikan kurang dari umur 6 bulan bisa menyebabkan bayi rentan penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.

v Sistem pencernaannya belum relatif sempurna. Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.

v Meningkatkan resiko terkena alergi akibat makanan karena sel-sel di sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.

v Meningkatkan resiko obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari-sari makanan yang belum sempurna.

Mengingat pentingnya ASI tersebut, para ibu hendaknya tidak menolak memberikan ASI dengan alasan demi menjaga kecantikan, karena kesibukan kerja, karena ASI sedikit atau bahkan berhenti produksi sehingga bayinya hanya diberi susu formula. Ibu bisa relaktasi!

Mengapa Memilih ASI Booster Tea untuk Membantu Laktasi Anda?
Mari kita bandingkan!


1. Obat-obatan seperti reglan atau domperidon --> bisa meningkatkan hormon prolaktin dalam jangka waktu tertentu, namun memiliki efek samping bagi ibu dan bayi.

2. Pil ekstrak plasenta -->Pil ini biasa diresepkan para dokter. Namun bagaimana hukumnya? Jika berasal dari manusia hukumnya haram. Jika berasal dari hewan yang suci dan halal yang telah disembelih boleh, dengan syarat melalui cara penyembelihan yang syar’i. Sebab organ yang terpisah dari hewan yang masih hidup, adalah bangkai yang najis. Dalil sabda Nabi SAW,”Apa saja bagian yang dipotong dari binatang ternak, sedang binatang itu masih hidup, maka potongan itu adalah bangkai.” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud. Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, hadis no 3690, hlm. 1700; Imam Shan’ani, Subulus Salam, I/28). Apakah kita mengetahui pasti pil-pil tersebut walaupun diklain dari binatang suci (ex: sapi) tapi telah disembelih?

3. Kapsul herbal pilihan Anda. Mari kita hitung. Berapakah isi 1 kapsul? Rata-rata 300-500 mg atau 0,3-0,5 g. Dalam 1 botol berisi 30-60 kapsul dengan harga 30-60rb. Berarti dalamrange harga 30-60rb Anda mendapat 9-30 gram herbal tersebut.

4. Nursing Tea Impor. Sebut saja Sac*** tea ($24), Organic mo****mi**( $22), Wel*** ($8-9),dll. Bandingkan dengan ASI Booster tea yang jauh lebih murah.

5. ASI BOOSTER TEA --> 100% formula herbal dari berbagai tumbuhan mediterania dan pegunungan Himalaya yang sudah terbukti meningkatkan kuantitas ASI sampai 900% dalam waktu 24-72 jam. Hanya Rp. 120.000 isi 200 g ++.