Kamis, 16 Februari 2012

DROPSHIP, Mengkatrol Profit dan kurangi berbagai resiko


Anda sudah pernah belanja online? Dimana Anda belanja online? Di Indonesia, kini berOL ria dan belanja online sudah mulai menjadi sebuah gaya hidup seperti di negeri Paman Sam. Tidak bisa dipungkiri, belanja online, menjamur mulai dari belanja di ‘lapak-lapak kecil’ di sosial media macam facebook, twitter, dan kaskus, belanja di ‘pasar online’ seperti tokopedia dan Gmarket, sampai belanja di ‘department store online’ besar seperti fastmobilepoint dan dealkeren. Semua menawarkan keasyikan dan memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
Kita bahas dulu Departement store seperti dealkeren, khusus menawarkan diskon-diskon dan potongan harga di berbagai tempat makan di dunia yang berbeda: offline J. Sedangakn  department store seperti fastmobilepoint menawarkan keasyikannya berupa kesenangan belanja, diskon, dan dropship. Ya! Dropship, terdiri atas dua kata, yaitu drop dan ship. Drop artinya mendrop atau menurunkan, sedangkan ship adalah pengiriman. Jadi dropship adalah menurunkan pengiriman? Bukan, lebih tepatnya inti dari dropship adalah menjual barang tanpa barang tersebut disentuh oleh kita! Mirip seperti sistem makelar, jika ada order kita tinggal hubungi si CS fastmobilepoint, dan barang langsung dikirim dari pihak si department store dengan nama pengirim toko kita! Sudah semaju ini ya bisnis online kita.
Apa saja keuntungan dan kerugian sistem dropshipping ini? Mari kita ulas sedikit. Keuntungannya, pertama, tentu ini sangat mengefisienkan proses stokist kita, karena kita tidak perlu menghabiskan modal banyak untuk menimbun barang.
Kedua, harga tetap murah! beberapa department store menentukan harga beli dropship dengan harga yang sangat murah (tentu ini pinter-pinternya kita untuk memanage produk) meskipun belinya hanya satu asalkan kita menjadi member mereka, untuk keanggotaan ada berbayar ada yang gratis, seperti di fastmobilepoint ini, gratis. Hal ini sangat menguntungkan kita, dengan begitu meskipun tanpa menyetok banyak produk harga yang kita dapat tetap bisa murah sehingga bisa mematok harga jual yang wajar dan memenangkan persaingan tentunya.
Ketiga, kita bisa memasang banyak macam produk yang kita (kalau ini sesuai dengan branding toko kita) tanpa harus khawatir kehabisan modal untuk menyetok produk2 yang banyak tadi. Intinya, tidak akan ada stok produk tertentu yang tertimbun karena tidak ada yang beli, juga sebaliknya tidak akan ada stok produk yang selalu kehabisan.
Kerugiannya? kita harus teliti dan benar-benar percaya dengan toko yang kita pilih untuk mendropship barang kita. Karena dengan barang langsung dikirim ke konsumen, kita tidak bisa mengkontrol barang jualan kita, dan kitapun tidak tau barang yang dikirim apa benar-benar menggunakan nama pengirim toko kita atau bukan?! Oleh karena itu, sebelum mendropship produk ke konsumen kita, ada baiknya lakukan percobaan dengan dropship ke alamat konsumen kamuflase: kita sendiri. Dengan begitu kita bisa melihat bagaimana kualitas produk yang dikirim, bagaimana packingnya, menggunakan nama pengirim toko kita atau tidak, dan sudah sesuai dengan kriteria kita atau tidak.
Intinya, dalam belanja maupun pemasaran online ada tiga hal yang sebaiknya diperhatikan dan dipraktekkan, jeli teliti, test, dan ukur. Dalam belanja online, Jeli teliti dalam memilih toko, test produk kecil-kecilan dulu (kalau mau belanja banyak), dan ukur apa sudah sesuai dengan kriteria kita atau tidak. Sedangkan dalam pemasaran/iklan online, jeli teliti melihat calon konsumen dan peluang, test pasar dahulu yang kecil-kecil (khususnya untuk pemasangan iklan besar), dan ukur responnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar