Dunia adalah sebuah tempat berlabuh
manusia sementara. Dimana di dunia inilah manusia diberi kesempatan untuk
berkarya, menimba ilmuNya, menjadi manusia yang ulil albab. Begitu banyak
pengetahuan dan rahasia Allah SWT. Jangankan di dunia lain, di dunia kehidupan
ini manusiapun tidak akan sanggup melahap semua ilmuNya meskipun hidup 1000
tahun!. Ilmu-ilmu Allah SWT dibagi menjadi banyak sektor, dan untuk bisa
mendalaminya kita hanya bisa memilih beberapa bahkan hanya satu.
Salah satu ilmu yang telah ada
berabad-abad adalah ilmu pertanian & bercocok tanam. Berbagai sejarah telah
ditorehkan oleh pertanian. Pertanian juga merupakan batas peradaban baru
manusia dari PRAsejarah menjadi manusia sejarah.
Masyarakat Indonesia memiliki suatu pola makan yang
selalu dikonotasikan dengan nasi. Konsumsi terhadap beras setiap tahun akan
terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk namun tidak sebanding
dengan hasil panen. Jumlah penduduk Indonesia tahun 2002 mencapai 210 juta jiwa
dengan laju pertambahan 1,60% per tahun. Pertumbuhan produksi
beras hanya mencapai rata-rata 2,50% per tahun. Karena itu perlu dicari sebuah
alternatif pengganti beras untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Menurut Samad (2007), ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi beras
telah terjadi pada tahun 1999, dimana untuk menutupi kekurangan beras dilakukan
impor beras sejumlah 4,75 juta ton dan devisa yang dikeluarkan mencapai tidak
kurang 10,62 triliun rupiah.
Kini, pertanian dianggap sebagai
salah satu mata pencaharian yang kurang menjanjikan. Padahal, image ini terbentuk hanya karena orang
yang terlihat bekerja lewat pertanian
adalah orang-orang terbelakang, kurang mampu, kurang pendidikan, dan
kurang-kurang faktor lainnya^^. Padahal, pertanian merupakan sumber duit bagi kita jika diolah dan dimanage dengan cerdas. Bob Sadino merupakan pengusaha super
sukses dengan pertanian. I Wayan Aryana, seorang dokter lulusan Udayana dari
Parigi Moutong merasa tak cukup dengan profesi dokternya sehingga beralih
menjadi petani durian yang sukses (Harian
Kompas, jumat 25 April 2008.red).Bahkan kita bisa meraup 70 jutaan bahkan ratusan juta rupiah
dengan pertanian yang termanajemen dengan baik!. Mungkinkah terjadi?. Kita realisasikan
perhitungan logisnya:
Misalkan kita memiliki lahan tanah 5Ha
saja. Jika digunakan untuk lahan tani padi dengan manage yang cerdas (menggunakan SRI-sistem rice intensifikasi=
intensifikasi padi dengan kolaborasi pupuk
kimia dan pupuk organik):
Manajemen tradisional: 4 ton/Ha
Manajemen yang baik (SRI): 8 ton/Ha=8000 Kg/Ha
Harga gabah kering panen standar bulog: Rp 2.800,-/Kg
|
||
Pendapatan kotor : (Rp2.800,-/Kg x 8.000 Kg)
|
Rp22.400.000,-/Ha
|
|
Lahan yang dimiliki 5Ha, maka daya ungkitnya: (Rp22.400.000,- x 5 Ha)
|
Rp112.000.000,-
|
|
Dikurangi Pengeluaran:
|
||
Bibit padi untuk 5Ha
|
Rp3.000.000,-
|
|
Air irigasi sampai panen
|
Rp700.000,-
|
|
Pupuk untuk 5 Ha sampai panen:
(350.000x5=1.750.000,)+(150.000x5 = 750.000)
|
Rp2.500.000,-
|
|
Biaya buruh 10 orang @ Rp 750.000,- x 4 bulan
|
Rp30.000.000,-
|
|
Biaya lain-lain
|
Rp 5.000.000,-
|
|
TOTAL pengeluaran
|
Rp47.500.000,-
|
|
Pendapatan
Bersih
|
Rp
70.800.000,-
|
Tidak ada yang tidak mungkin. Di
dunia ini, manusia memiliki tugas untuk belajar. Belajar melakukan segala
sesuatu secara efektif & efisien. Juga termasuk dalam mencari rezeki.
Mulai saat ini anda memiliki hak
untuk memperoleh peningkatan pendapatan pribadi secara drastis dengan pertanian
modern & manajemen yang efektif dan efisien. Saya tunggu kisah sukses anda
meraup 70 juta dan menjadi milyarder dengan tani padi!. Semoga buku ini
bermanfaat. Mohon maaf atas segala kekurangan. Terimakasih.
Wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar